Kegelapan Hati yang Gundah


Ketika niat berubah haluan
Yang awalnya karena Allah
Namun kini karena manusia
Perhatian Allah tak lagi tujuan utama
Lirik pujian manusia terasa memesona

Maka pertanyakanlah
Ada apa dengan diri ini?
Apa yang bersarang di hati?
Bagaimana kabar iman saat ini?

Wahai diri,
Kemanah kau yang dulu?
Kau yang selalu semangat
Memberi daya terbaikmu
Meski dalam kesendirianmu

Wahai hati,
Tidakkah kau ingat gelora jiwamu dahulu
Ketika tersebut nama Allah tiap waktu
Tidakkah ada lagi getaran syahdu
Ketika lantunan ayat suci keluar dari lisanmu

Wahai iman,
Kemanakah perginya kau kini
Masihkah kau manis menyejukkan
Atau kau sedang kering kerontang
Hingga tak tersisa lagi kejernihan

Ya Rabbi,
Sungguh aku ingin niat ini jernih
Meski diri letih, meski langkah tertatih
Biarkan hanya kepadaMu lisan ini merintih

Yaa Rabbi,
Engkau Maha Pembolak-balik Hati
Tetapkanlah hatiku agar selalu berada di jalan-Mu
Tautkan selalu hatiku pada taman-taman surgaMu

Walau terik mentari menghadang
Jadikan langkah ini gagah menerjang
Walau terjal berliku rintangan di hadapan
Jadikan hati ini tetap dalam jalan cahaya keimanan

Harapku, Engkau tetap mengiringi langkah
Menerangi kegelapan hati yang gundah
Harapku, semua niatan hanya mencari Ridho-Mu
Melakukan amal terbaik hanya karena-Mu.

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Kegelapan Hati yang Gundah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...