Organisatoris Sejati


Aku salah satu mahasiswa Ilmu Kelautan di Universitas Sam Ratulangi Manado. Sekarang aku duduk dibangku semester empat. Bagiku, kuliah itu pekerjaan yang paling menyenangkan. Walau sering kali disibukkan dengan tugas-tugas kampus dan laporan praktek, tapi aku tidak pernah merasa bosan dengan semua itu. Karena bagiku, tidak semua orang bisa meneruskan pendidikan mereka sampai diperguruan tinggi. Mungkin mereka terhalang masalah keuangan, atau mungkin mereka sudah bosan mengejar ilmu karena harus bangun pagi, ngerjain PR dll.

Aku teringat kali pertama aku duduk di perguruan tinggi. Aku merasa bangga dengan statusku sebagai mahasiswa. Bukan hanya itu juga, aku banyak mengenal teman-temanku lewat dunia kampus. Di kampu juga, aku banyak melihat dan mendengar sesuatu yang baru. Sesuatu yang belum perna kulihat dan kudengar sebelumnya.

Bagiku status mahasiswa itu adalah status terkeren. Pasalnya, kita bisa berpakain sesuka kita. Berpakaian dengan celana sobek-sobekan. Pokonya, kita bisa berdandan semau yang kita inginkan, bahkan ada temanku yang rambutnya hampir mirip dengan rambut perempuan, istilah trendnya ya rambut gondrong. 

Dikampus, aku banyak menemukan orang-orang luar biasa. Dari orang yang pandai beretorika, orang yang hebat dalam berorganisasi, orang yang ahli dalam politik, dan masih banyak lagi.

Tapi aku selalu berfikir, sebenarnya apa sih yang perlu kita lakukan selama dikampus?  Bagiku, setelah menjadi mahasiswa, kita harus belajar menyesuaikan lingkungan kita yang sebelumnya tidak mandiri menjadi orang yang mandiri. Berniat menjadi mahasiswa yang baik. Belajar sungguh-sungguh. IP bagus dan orang tua bangga adalah sebuah cita-cita yang sungguh mulia.

Dalam perjalananku sebagai mahasiswa, aku mulai mengenal banyak budaya dan berbagi macam organisasi yang ada di kampus. Sebagai manusia yang haus akan pengetahuan, aku pun mulia tertarik dan memilih untuk bergabung pada salah satu organisasi ekstra kampus. Organisasi yang sesuai dengan minatku, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di organisasi inilah aku menemukan orang-orang yang bisa ku sebut keluarga diperantauan ini. Bagi teman-teman mahasiswa yang telah menjadi kader di organisasi lain, pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar nama dari oganisasi ini.

Mungkin untuk sebagian mahasiswa, menganggap organisasi mahasiswa hanyalah sebagai hiasan masa kuliah. Mendaftar, ikut pembekalan, dan kemudian menghilang. Jika ditanya, "Kamu ikut organisasi apa?" Dengan bangga ia menyebutkan sederet organisasi yang ia masuki. Mahasiswa jenis ini adalah mahasiswa yang masuk daftar seleksi alam organisasi.

Bagiku, mahasiswa yang memang organisatoris sejati ialah seseorang aktivis yang menganggap organisasi kuliahnya bukan hanya hiasan, namun seseorang yang menganggap menu utama. Memang sih, untuk mahasiswa yang jujur pasti waktu kuliah kita lebih padat, tapi bukan berarti kita tidak punya waktu luang. Nah, waktu inilah yang harus kita manfaatkan untuk berorganisasi. 

Mendaftar dan mengikuti pembekalan lalu berproses di dalamnya. Berkomitmen untuk memproses diri kita sendiri, mengembangkan potensi kita menjadi anggota atau kader yang baik. Tak hanya sebagai anggota struktural yang namanya tercantum dalam susunan kepengurusan namun juga anggota kultural yang bekerja untuk mengembangkan potensi dan mengembangkan organisasi kita sendiri.

Banyak juga teman-teman aktivis yang terlalu cinta pada organisasinya sehingga ia lupa tujuan utamanya menjadi mahasiswa. Awalnya ia dikirim oleh orang tuanya untuk belajar agar menjadi sarjana, namun kecintaannya pada organsasi telah membutakan matanya sehingga lupa dengan tugas kuliah, jadwal kuliah, bahkan ujian pun tak diikuti. Sudah bisa dipastikan aktivis jenis ini akan lebih lama tinggal di kampusnya, dan mungkin akan menjadi aktivis yang di DO dari kampus dikarenakan banyak Mata Kuliah yang eror.

Aku akui, organisasi memang memberikan peran besar terhadap perkembangan pemikiran, keilmuan dan kemampuan bersosialisasi. Namun kita juga tidak harus lupa dengan tujuan utama sebagai mahasiswa, supaya ketika kita mendapat gelar sarjana nanti, kita bisa mempertanggungjawabkannya. Tidak berbohong kepada orang tua dan tidak lupa akan kewajiban kita pada Tuhan Yang Maha Esa, tetap menjaga sholat kita meskipun menjadi aktivitas di kampus dan organisasi menyita waktu kita.


Penulis: Zulkifli Otoluwa

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Organisatoris Sejati"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...