Sejarah Berdirinya Kesultanan Ternate


Kata "Ternate" dalam sebuah Kamus Bahasa Ternate yang di dusun oleh Drs. Rusli Andi Atjo disebutkan sebagai tara no ate, yang berarti turun ke bawah dan pikatlah ia. Maksudnya, turun dari tempat yang tinggi (gunung atau kayangan) untuk memikat para pendatang supaya berkenan untuk menetap di pantai (negri ini). Kata tara juga berarti ke bawah (arah selatan); ini berarti bahwa letak/posisi kota Ternate pertama adalah di bagian selatan Pulau Gapi.

Pulau Gapi (kini Ternate) berdiri pada abad ke-13, yang beribu kota di Sampalu. Penduduk Ternate awal merupakan warga eksodus dari Halmahera. Awalnya, di Ternate terdapat empat kampung yang masing-masing dikepalai oleh seorang momole (kepala marga). Merekalah yang pertama-tama mengadakan hubungan dengan para pedagang yang datang dari segala penjuru untuk mencari rempah-rempah.

Penduduk Ternate semakin heterogen dengan bermukimnya pedagang Arab, Jawa, Melayu dan Tionghoa. Oleh karena aktifitas perdagangan yang semakin ramai ditambah ancaman yang sering datang dari para perompak, maka atas prakarsa Momole Guna, pemimpin Tobona, diadakan musyawarah untuk membentuk suatu organisasi yang lebih kuat dan mengangkat seorang pemimpin tunggal sebagai raja.

Tahun 1257, Momole Ciko, pemimpin Sampalu, terpilih dan diagkat sebagai kolano (raja) pertama dalam gelar Baab Mashur Malalo (1257-1272). Kerajaan Gapi berpusat di kampung Ternate, yang dalam perkembangan selanjutnya semakin besar dan ramai. Sehingga, penduduk menyebutnya "Gam Lamo" atau kampung besar (belakangan orang menyebut Gam Lamo dengan Gamalama).

Semakin besar dan populernya kota Ternate, sehingga kemudian orang lebih suka mengatakan Kerajaan Ternate dari pada Kerajaan Gapi. Di bawah pimpinan beberapa generasi penguasa berikutnya, Ternate berkembang dari sebuah kerajaan yang hanya memiliki wilayah pulau kecil menjadi kerajaan yag berpengaruh dan terbesar di bagian timur Indonesia, khususnya Maluku.


Adi, Sudirman. 2014. Sejarah Lengkap Indonesia. Jogjakarta: DIVA Press

M. Jusuf Abdulrahman (et. al.), Ternate; Bandar Jalur Sutra (Ternate: LinTas, 2001), hlm. 45.

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Berdirinya Kesultanan Ternate"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...