Bentuk Pemanfaatan Ekosistem Perairan



Terdapat 3 ekosistem perairan yang sangat penting yang dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup manusia serta biota-biota perairan lainnya. 3 ekosistem tersebut yaitu terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove. Ketiga ekosistem tersebut memiliki fungsi masing-masing yang sangat menguntungkan.


1. Terumbu Karang
Terumbu karang merupakan ekosistem khas daerah tropis dengan pusat penyebaran diwilayah Indo-Pasifik. Diperkirakan luas terumbu karang di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2. Ekosistem terumbu karang merupakan bagian dari ekosistem laut yang penting karena menjadi sumber kehidupan bagi beraneka ragam biota laut.

Didalam ekosistem terumbu karang ini pada umumnya hidup lebih dari 300 jenis karang, yang terdiri dari 200 jenis ikan dan berpuluh puluh jenis moluska, crustacean, sponge, alga, lamun, dan biota lainnya. Terumbu karang bisa dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut. Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keaneka ragam hayati yang sangat tinggi.

Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Dari segi ekonomi, ekosistem terumbu karang memiliki nilai estetika dan tingkat keaneka ragaman biota yang tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan, obat-obatan ataupun sebagai objek wisata bahari.
  • Ditinjau dari fungsi ekologisnya, terumbu karang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menyumbangkan stabilitas fisik yaitu mampu mneahan hempasan gelombang yang kuat sehingga dapat melindungi pantai dari abrasi.
  • Adapun dari sisi social ekonomi, terumbu karang adalah sumber perikanan yang produktif sehingga dapat meningkatkan pendapatan nelayan, penduduk pesisir, dan devisa Negara yang berasal dari devisa perikanan dan pariwisata.

2. Padang Lamun
Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem di laut dangkal yang paling produktif. Di samping itu ekosistem lamun mempunyai peranan penting dalam menunjang kehidupan dan perkembangan jasad hidup di laut dangkal.

Secara tradisional lamun telah dimanfaatkan untuk :
  • Digunakan untuk kompos dan pupuk
  • Cerutu dan mainan anak-anak
  • Dianyam menjadi keranjang
  • Tumpukan untuk pematang
  • Mengisi kasur
  • Ada yang dimakan
  • Dibuat jaring ikan

Pada zaman modern ini, lamun telah dimanfaatkan untuk:
  • Penyaring limbah
  • Stabilizator pantai
  • Bahan untuk pabrik kertas
  • Makanan
  • Obat-obatan dan sumber bahan kimia
  • Sumber bahan kimia

Habitat lamun dapat dipandang sebagai suatu komunitas, dalam hal ini suatu padang lamun merupakan kerangka struktur dengan tumbuhan dan hewan yang saling berhubungan. Habitat lamun dapat juga dipandang sabagai suatu ekosistem, dalam hal ini hubungan hewan dan tumbuhan tadi dipandang sebagai suatu proses tunggal yang dikendalikan oleh pengaruh-pengaruh interaktif dari faktor-faktor biologis, fisika dan kimiawi. Lamun dapat hidup mulai dari rendah nutrien dan melimpah pada habitat yang tinggi nutrien.


3. Hutan Mangrove
Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari genangan pada saat pasang rendah. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove.

Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara, atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia. Kekhasan ekosistem mangrove Indonesia adalah memiliki keragaman jenis yang tertinggi di dunia. 

Sebaran mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan dan Papua. Luas penyebaran mangrove terus mengalami penurunan dari 4,25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi sekitar 3,24 juta hektar pada tahun 1987, dan tersisa seluas 2,50 juta hektar pada tahun 1993. Kecenderungan penurunan tersebut mengindikasikan bahwa terjadi yang cukup degradasi hutan mangrove nyata, yaitu sekitar 200 ribu.


Ekosistem hutan mangrove memiliki 2 fungsi yaitu:

1.  Fungsi Ekonomis:
  • Pelindung garis pantai dari abrasi
  • Mempercepat perluasan pantai melalui pengendapan
  • Mencegah intrusi air laut ke daratan
  • Tempat berpijah berbagai biota laut
  • Tempat berlindung dan berkembang biak berbagai jenis burung, mamalia, reptile dan serangga
  • Sebagai pengatur iklan mikro
2.  Fungsi Ekologis:
  • Penghasil keperluan rumah tangga (kayu bakar, arang, bahan bangunan dan obat-obatan)
  • Penghasil keperluan industri (bahan baku kertas, tekstil, kosmetik dan pewarna)
  • Penghasil bibit ikan, nener udang, kepiting, kerang dll)
  • Pariwisata, penelitian dan pendidikan.

Adapun fungsi lain dari hutan mangrove antara lain:

Menjernihkan air 
Akar pernafasan (akar pasak) dari api-api berperan juga dalam menangkap endapan dan bisa membersihkan kandungan zat-zat kimia dari air yang datang dari daratan dan mengalir ke laut. Bila air sungai melewati akar-akar pasak pohon api-api, zat-zat kimia yang terbawa dapat dilepaskan dan air yang terus mengalir ke laut menjadi bersih.

Tempat Menambat Kapal
Daerah teluk yang terlidung sering kali dijadikan tempat berlabuh dan bertambatnya perahu. Dalam keadaan cuaca buruk pohon mangrove dapat dijadikan perlindungan dengan bagi perahu dan kapal dengan mengikatkannya pada batang pohon mangrove. Perlu diperhatikan agar cara tambat semacam ini tidak dijadikan kebiasaan karena dapat merusak batang pohon mangrove yang bersangkutan.

Bahan Pembuat Obat-obatan
Macam-macam obat dapat dihasilkan dari tanaman mangrove. Campuran kulit batang beberapa species mangrove tertentu dapat dijadikan obat penyakit gatal atau peradangan pada kulit. Secara tradisional tanaman mangrove dipakai sebagai obat penawar gigitan ular, rematik, gangguan alat pencernaan dan lain-lain. Daun mangrove bila di masukkan dalam air bisa dipakai dalam penangkapan ikan sebagai bahan pembius yang memabukkan ikan (stupefied).

Bahan Makanan
Daunnya banyak mengandung protein. Daun muda pohon api-api dapat dimakan sebagai sayur atau lalapan. Daun-daun ini dapat dijadikan tambahan untuk pakan ternak. Bunga mangrove jenis api-api mengandung banyak nectar atau cairan yang oleh tawon dapat dikonversi menjadi madu yang berkualitas tinggi.

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Bentuk Pemanfaatan Ekosistem Perairan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...