Remaja Dalam Politik


Menyusuri hiruk pikuk keadaan negeri ini selama kurang lebih dari 17 tahun, membuat saya bertanya-tanya akan bagaimana keadaan negeri ini sesungguhnya. Dibesarkan dari keluarga sederhana dan jauh dari kata pejabat atau politik bukan berarti saya buta akan kondisi negeri ini. Kadang saya bertanya mengapa beberapa stasiun televisi terus menerus memberitakan mengenai politik. Bukankah politik sendiri itu mengenai pemerintah dan pejabat public, bukan orang awam. Awalnya saya berpikir politik hanya dibicarakan dan diperuntukkan untuk kalangan ‘elit’ semata. Namun lambat laun saya menyadari poltik itu juga penting bagi generasi muda seperti saya.

Ayah saya adalah salah satu pengamat politik dan beliau sangat menggemari acara poltik di stasiun televise, baik itu acara debat politik, berita politik, atau sekedar bincang-bincang. Sama sekali jauh dari selera remaja jaman sekarang, program tersebut hanya berisi dua orang atau lebih yang memakai jas, saling beradu argumentasi, dan memperdebatkan tentang satu topik kurang lebih selama 30 menit sampai 1 jam. Di sekolah pun terdapat pelajaran "Pkn" (Pendidikan Kewarganegaraan) sekitar 2 jam seminggu, yang isi bukunya tentang pemerintah, warga Negara, poltik, dll. Sebenarnya apa arti poltik itu? Mengapa ayah saya dan sekolah mengajarkan hal itu kepada saya di usia saya yang baru menginjak 17 tahun?

Politik sendiri memiliki arti proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuat keputusan, khusunya dalam Negara. Politik ini menyangkut Negara dan hakikatnya menyangkut kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Tetapi politik dewasa ini sering disalah gunakan. Sebagi generasi muda saya kira membuka mulut dan tangan mengenai politik sangat dibutuhkan. Perlunya ide-ide segar yang kritis namun kreatif mengenai keadaan pemerintahan kita saat ini. Insan muda tidak harus menggeser atau mengabaikan opini para pendahulu kita. Tetapi kolaborasi generasi muda dengan generasi yang lebih dewasa saya kira akan membawa dampak yang baik bagi negeri ini.

Semua orang hakikatnya memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, dan apa salahnya jika kita sedikit menengok kearah pemerintahan kita. Mungkin dari segi umur saya jauh tidak berpengalaman dalam hal berpolitik. Namun saya tetap mengikuti perkembangan perpolitikan Indonesia seacara tidak langsung. Politik Indonesia dengan segudang ceritanya menggelitik saya untuk membahasnya lebih lanjut.

Satu hal yang saya ingin bahas dalam esai ini adalah korupsi, masalah di negeri kita tercinta yang tak kunjung usai. Bayangkan saja tahun 2012 Indonesia masuk ke dalam peringkat 118 negara terkorup dari 183 negara yang di survey. Dan betapa memilukan bukan bermaksud apapun tapi coba kita menengok ke Negara tetangga kita yang sangat dekat, Singapura dan Malaysia. Singapura menduduki peringkat 5 dan Malaysia peringkat 54. Sangat terlihat perbedaan yang menonjol bukan? Mengapa hal itu bisa terjadi? Bukankah Negara Indonesia dan Negara tersebut pula sama-sama berada di Asia Tenggara?

Sebagai remaja Indonesia yang sadar akan fakta tersebut, saya mengira tidak ada perbedaan antar Indonesia dengan Negara lainnya. Indonesia hanya belum sesungguhnya melaksanakan Negara “hukum” nya. Indonesia adalah sebuah Negara hukum. Hukum yang seharusnya dikenal dengan ketegasan dan tidak ada kata tawar menawar, dikira belum mencapai arti yang sesungguhnya di Indonesia. Politik yang didominasi oleh pihak tertentu yang ‘berkuasa’ membuat negeri ini tidak sepenuhnya bersih. Sadar atau tidak, banyak dari antar poltisi yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya dibandingkan kepentingan rakyat. Politisi berlomba-lomba memakan uang rakyat dan menimbun harta mereka. Permasalahan bangsa ini sering diperkeruh oleh kepentingan bisnis media masa dalam menyampaikan berita. Kekacauan akan bertambah rumit karena diperburuk oleh kepentingan partai dan individu para politikus dalam berperilaku politik. Begitu memilukan.

Satu lagi kasus yang paling sering dijumpai akhir-akhir ini adalah gencarnya selebritas tanah air menjadi anggota parta politik. Entah apa yang mereka cari namun selayaknya parpol diisi oleh orang yang benar-benar baik menangani di bidangnya. Sekarang nasib rakyatlah yang dipertaruhkan. Seakan kita sedang bermain permainan monopoli. Nasib rakyat Indonesia saya kira serupa dengan permainan tersebut. Rakyat Indonesia bagaikan sepetak tanah yang dibeli oleh pemain yang terkadang tanah tersebut memiliki dampak baik memiliki rumah dan banyak hotel. Namun ketika keadaan keuangan kacau tanah tersebut dengan mudah dijual pada pemain lawan.

Sangat miris jika nasib rakyat Indonesia sangat mudah terombang-ambing oleh karena oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab. Rakyat-rakyat kecil begitu bertebaran dan seakan takdir mereka takkan pernah berubah siapapun pemimpinnya. Sebagai generasi penerus jujur saya sangat prihatin.

Saya pikir perlunya pemimpin Indonesia yang betul-betul merakyat adalah jalan keluar yang terbaik. Jika pemimpinnya sudah baik anak buahnya pun pasti akan sangat baik, karena ada pepatah ‘buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.’ Oleh karena itu perlunya pengetahuan politik bagi insan muda saat itu sangat dibutuhkan. Insan muda mungkin tidak perlu mendatangi pemerintahan, meminta pertanggung jawaban, demo, atau sebagainya. Insan muda seharusnya saja dapat bercermin pada keadaan politik Indonesia yang penuh dengan polemik sekarang ini. Insan muda dapat berpikir kritis tentang solusi terbaik, sekaligus menjadi soulsi dalam cikal bakal pemimpin yang baik kelak.

Belajar untuk tidak sekedar mengumbar janji semata, insan muda perlu banyak belajar dari hal-hal kecil. Pendapat adalah perantara agar kita tahu bagaimana atau apa yang salah dan apa yang baik. Tidak salah jika kita menerima pendapat dari semua kalangan dan menjadikannya pelajaran yang lebih baik, termasuk pendapat dari insan muda seperti saya. Politik Indonesia tidak mustahil untuk menjadi poltik yang benar-benar bebas aktif sebagaimana tema politik kita.

Sebagai Negara kepulauan terbesar dengan hasil alam yang sangat melimpah, Indonesia dapat menjadikan Negara ini sungguh kaya, bukan saja alam tapi pemerintahan di dalamnya. Rakyat Indonesia yang haus akan kata ‘sejahtera’ pun tidak mustahil akan memperolehnya segera. Sebagai anak Indonesia yang hendaknya kita jangan acuh terhadap poltik negeri ini.

Jadi mulailah untuk mengubah pola pikir kita teman! Kepada semua generasi muda yang membaca tulisan saya ini, saya berharap kita dapat menjadi penerus bangsa yang baik kelak. Perlunya sikap ikhlas dan lapang dada demi kebaikan anak cucu kita. Saya sangat berharap bangsa Indonesia dapat bersatu padu atau saling bahu membahu untuk memperbaiki semua masalah yang telah meraja rela di tanah air kita ini. Ingat! Hal yang kecil dapat memiliki dampak yang besar. Jadi marilah kita mulai dari hal yang sederhana dan jangan pernah takut untuk berpendapat selagi pendapat kita itu benar dan dapat membawa dampak positif. Semoga dengan berbagai revolusi, Indonesia 20 tahun kedepan dapat menjadi Indonesia yang menjadi impian rakyat selama ini, Indonesia yang sungguh kaya. Amin.

Penulis: Fionna Susilo

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Remaja Dalam Politik"

Post a Comment

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...