Aku Bukan Sastrawan


Apakah aku seorang penyair atau sastrawan itu bukan masalah bagiku, aku hanya menyair dan dikatakan penyair, aku bukan sastrawan mengapa dikau masalahkan? Sungguhkah aku seorang sastrawan? Belum tentu dikira.

Aku hanya menyair dengan syairku, membahana di setiap sudut kota. Aku menyair bukan untuk diriku. Aku menyair untuk kesenanganku, bukan untuk membuat namaku tershohor di negeriku.

Aku bukan sastrawan, tapi aku hanya penyair dengan ulasan puitisku. Terserah apakah dikau menyebutku sastrawan atau tidak tak akan menjadi masalah bagiku.

Aku hanya menyair dengan sepenuh hati, kucurahkan pada insan duniawi. Tak kemana kata-kata ku ukir sampai dunia bergulir, terserah teori apa dikau gunakan dalam analisis puisiku.

Puisiku adalah diriku. Terangkai dalam renungan masa lalu, masa sekarang pun terulas dalam puitisku. Apakah dikau kira aku ini sastrawan? Aku hanya mempublikasikan syairku, dibaca dunia publik atau tidak hanyalah Tuhan yang tahu.

Dipikir-dipikir syairku melantunkan rasa cemburu, tak akan selalu begitu karena syairku tetesan darahku, mengalir di lubuk perasaan yang dalam, hanyut di muara sungai tak bertepi, mengarungi hamparan lautan tak berpilar sampai dunia goncang, dan membias dalam lara setiap insan.

Apakah mungkin? Terserah di mata dunia, sepanjang dunia tak kabur dalam pikiran. Meskipun alam tak bersahabat, puisiku selalu memanjat di tiang layar berkembang sampai pincalan berlabuh di daratan yang tak bertuan.

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Aku Bukan Sastrawan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...