Rindu Yang Tak Tahu Malu

(Zulkifli Otoluwa)

Kini terang-Mu telah pergi, dan gelapku telah datang. Mungkin yang tersisa dari-Mu hanyalah detik-detik yang mendorong nafas ragu-ragu, yang membuat detak abu-abu, yang menjadikan rebah satu-satu, dan yang membuat lelap buru-buru.

Malamlah yang membuat ku menjadi sekutu rindu yang tak tahu malu, mengurai jarak jadi guna-guna, namun sia-sia menangkap makna.

Aku tak sadar. Atau akulah yang kurang waras, sebab aku masih juga berlari tak tahu diri. Berharap dapat gantikan matahari pagi yang membasuh putih cerah matanya.


Penulis: Zulkifli Otoluwa

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Rindu Yang Tak Tahu Malu"

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...