Mempelajari Filsafat Dengan Dua Cara


Mempelajari Filsafat dengan dua cara, yaitu: Secara Hoistoris dan Secara Sistematis.

Secara Historis

Mempelajari sejarah perkemangannya, yaitu sejak timbulnya filsafat sampai sekarang. Mempelajari filsafat dalam hal ini adalah mempelajari filsafat dari sejak lahirnya hingga sekarang ini, yakni yang biasa disebut sejarah filsafat itu sendiri. Di samping itu, pengertian filsafat itu sendiri berkembang dari masa ke masa. Untuk lebih jelasnya bahwa pengertian filsafat berkembang dari masa ke masa adalah sebagai berikut.

Mula-mula filsafat diartikan sebagai the love of wisdom atau love for wisdom. Pada fase ini filsafat berarti sifat seseorang yang berusaha menjadi orang yang bijak atau sifat orang yang ingin atau cinta pada kebijaksanaan. Pada fase ini filsafat juga berarti sebagai kerja seseorang yang berusaha menjadi orang yang bijak. Jadi, yang pertama filsafat sebagai sifat, dan yang kedua filsafat sebagai kerja.

Masih pada fase ini, yaitu pada Aristoteles, misalnya pengertian filsafat sangat umum, luas sekali. Waktu itu segala usaha dalam mencari kebenaran dinamakan filsafat, begitu pula hasil usaha tersebut. Dikatakan luas sekali karena semua pengetahuan, termasuk special science, tercakup dalam filsafat.

Sebagai akibat dari pengertian menurut Aristoteles tidak dapat dipahami oleh para penggemar filsafat pada zaman ini karena special science telah memisahkan diri dari filsafat. Pada fase pertama ini wisdom memang luas sekali artinya, sebagaimana dijelaskan dalam Encyclopedia of Philosophy (1967: 216) bahwa Homerus menyebut tukang kayu juga orang yang bijak (Ahmad Tafsir, 2009: 12).

Perkembangan selanjutnya memperlihatkan bahwa pengertian filsafat mulai menyempit, yakni lebih menekankan pada latihan berpikir untuk memenuhi kesenangan intelektual (intellectual curiosity). Definisi dari Bertrand Russel barang kali dapat digolongkan ke sini tatkala ia mengatakan bahwa Philosophy is the attempt to answer ultimate question critically.

Pada fase ini jelas pengertian filsafat jauh lebih sempit dari pada pengertian filsafat pada masa Aristoteles di atas. Tugas filsafat pada masa ini, menurut definisi Bertrand Russel itu, ialah menjawab pertanyaan yang tinggi (ultimate), yakni pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh sains. Definisi filsafat dari William James berbeda dari definisi Bertrand Russel. William James mengatakan bahwa filsafat ialah kumpulan pertanyaan yang belum pernah terjawab secara memuaskan.

Dengan demikian pengertian filsafat sering berbeda antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan konotasi filsafat, dan terakhir ini dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan pandangan hidup yang berbeda serta akibat perkembangan filsafat itu sendiri.


Secara Sistematis

Mempelajari isinya, yaitu mempelajari bidang bahasan, seperti cabang metafisika, epistemologi, logika, etika, dll. Pada garis besarnya filsafat mempunyai tiga cabang besar, yakni dimensi epistemologis (teori pengetahuan), dimensi ontologism (teori hakekat), dan dimensi aksiologis (teori nilai).

Dimensi epistemologis pada dasarnya membicarakan cara memperoleh pengetahuan. Dimensi ontologism membahas semua objek, dan hasilnya ialah pengetahuan filsafat. Yang ketiga, yakni dimensi aksiologis adalah membicarakan guna pengetahuan tersebut di atas.


Penulis: Drs. Sudadi, M. Hum.
Ahmad Tafsir, 2009, Filsafat Umum, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.

Amsal Bakhtiar, 2004, Filsafat Ilmu, Jakarta, PT. Grafindo Persada.

Bebbington, David, 1979, Patterns in history, England, Inter-Varsity Press Caputo.

John D. 1987, Radical Hermeneutics, Bloomington and Indianapolis, Indiana University Press.

Harun Hadiwijono, 1988, Sari Sejarah Fil safat Yunani,Yogyakarta, Penerbit Kanisius.

Robert N. Beck, 1967, Perspectives in Social Philosophy, New York, Holt, Rinehart and Winston, Inc.

Sullivan, John Edward, 1970, Prophets of the West, New York, Holt, Rinehart and Winston, Inc.

Suparlan Suhartono, 2007, Dasar-dasar Filsafat, Ruzz Media.Yogyakarta, ArFil.

Surajiyo, 2008, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta, PT. Bumi Perkasa.

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Mempelajari Filsafat Dengan Dua Cara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...