Sebuah Catatan Di Akhir Tahun : Menggugat Akal, Menggugah Hati

Foto: Irawan Rahman
Aku punya beberapa sahabat, kawan dan kerabat yang terus mengatakan kepadaku, berapa banyak biaya yang dikeluarkan oleh mereka untuk membuatku terus dalam kemiskinan.

Aku berkata, kebahagiaan sesungguhnya tidak berasal dari harta benda bahkan dari hal-hal baru di abad ke-20 sekalipun atau abad-abad seterusnnya. Tapi kebahagiaan itu berasal dari kerja dan kebanggan pada apa yang anda kerjakan.

Banyak yang seperti saya yang tinggal di pedesaan-pedesaan, dan kemiskinan yang buruk hanya bisa dihilangkan jika keterampilan-keterampilan lokal mereka bisa dihidupkan kembali dan perjuangan yang bersusah payah untuk membangunkannya hanya dengan solusi "aksi tanpa kekerasan". Sungguh, Kemiskinan adalah bentuk terburuk dari Kekerasan.

Manusia adalah sebuah keluarga besar. Semua berbagi jalur hidup yang sama, namun dengan melihat krisis dahsyat dewasa ini, kita menghadapi masa depan yang sangat buruk yang tak akan mampu kita selesaikan dimana tragedi ekonomis, sosialis dan ekologis dunia semakin tak terkendali. Sesuatu harus dilakukan untuk menyelamatkan kemanusiaan.

Mata dibalas mata yang membuat seluruh dunia buta. Mungkin aku adalah orang yang keras kepala. Tapi, aku hanya ingin membuktikan bahwa satu-satunya setan didunia adalah mereka yang berputar didalam hati kita sendiri. Dan disanalah semua peperangan kita harus diperjuangkan. Kelak kau akan dikenang karena mengalahkan nasib. Seperti dalam Filosofi Hindu: "Jalan menuju Tuhan adalah dengan Membebaskanmu dari Kepemilikan dan Nafsu".


Penulis: Irawan Rahman

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Sebuah Catatan Di Akhir Tahun : Menggugat Akal, Menggugah Hati"

Post a Comment

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...