Antara Puisi dan Politik



Jangan samakan puisi seperti politik
Puisi bukanlah alat untuk mengubar janji
Ungkapan puisi adalah kata hati
Kejujuran tanpa materi

Puisi adalah senyawa dari kemakmuran
Bukan keadilan palsu yang di janjikan
Bukan penghancur kekeluargaan
Bukan bersenang di atas penderitaan.

Politik itu angin yang lagi marah
Penghadir kabut dari seribu derita
Membuat sinar surya agak melemah
Sumber gelombang berdebur di hempas prahara.

Politik merupakan kata palsu
Menjanjikan cinta tanpa wujud
Ketika berstatus tuan semuanya hilang berlalu
Sunguh senyuman yang di telan bibir waktu.

Puisi berbeda dari yang ada
Puisi membuat gelombang meredah dan bercerita
Puisi mampu menyulap derita hilang seketika
Puisi adalah alam yang mengajak sepih tuk tertawa

Kemana pun mata memandang
Jangan menilai puisi sebagai alat perang
Puisi bukanlah parang pemutus tali persaudaraan
Puisi adalah kejujuran dalam kecintaan.

Saya tidak membicarakan politik yang lagi hangat ditanah kelahiran saya, tapi saya sedang menikmati kopi dengan selembar puisi. Sungguh, ini lebih nikmat dan hangat.

Penulis: Zulkifli Otoluwa


Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Antara Puisi dan Politik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...