Cangkir Pengikat Lidah


Jika semua realitas kopi terungkap secara terbuka, apa perlunya mencari kehangatan?

Demikian juga, ketika embun pagi mulai merasuki, apakah kita tetap akan membiarkan cangkir membeku dalam sepih?

Mungkin kehangatan dapat memberikan kesaksian. Tetapi, kopi tetap memiliki tugasnya sendiri, embun pun memiliki peran tersendiri, begitu juga dengan cangkir yang selalu menyediakan ruang rindu diruas jemari waktu, meskipun ia tahu sedang terperangkap diruang tunggu.


Penulis: Zulkifli Otoluwa

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Cangkir Pengikat Lidah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...