Pemikiran Leibniz


Leibniz lahir di Jerman, nama kengkapnya Gottfried Wilhem von Leibniz. Sama halnya Spinoza, Leibniz termasuk pengagum sekaligus pengkritik Descartes. Baginya, ia khawatir tentang kehidupan dan bagaimana menjalani hidup. Tetapi berbeda dengan Spinoza yang kesepian, ia justru termasuk orang yang kaya raya dan dipuja.

Leibniz juga dikenal sebagai penemu kalkulus bersama Newton. Ia adalah ilmuan, pengacara, sejarawan, akademisi, ahli logika, ahli bahasa, dan teolog. Bagi Leibniz, filsafat adalah hobi yang berkesinambungan dan ia terlibat dalam diskusi filosofis dan melakukan korespondensi sepanjang hidupnya bersama para filsuf di zamnnya. Sayangnya, karyanya tidak bisa dinikmati banyak orang, karena setelah ia meninggal, karyanya tidak diterbitkan.

Pemikiran Leibniz yang terkenal adalah "monadologi"-nya, dia berpendapat bahwa banyak sekali subtansi yang terdapat di dunia ini, yang disebutnya “monad” (monos: satu, monad: satu unit).

Secaraa singkat, sistem Leibniz dijelaskan dalam lima tesisnya, yaitu:
(1). Alam semesta itu sepenuhnya rasional. (2) Setiap bagian elementer alam semesta berdiri sendiri. (3) Ada harmoni yang dikehendaki Allah di antara segala hal di alam semesta ini. (4) Dunia ini secara kuantitatif dan kualitatif tidak terbatas. (5) Alam dapat dijelaskan secara mekanistis sepenuhnya.

Monad ini semacam cermin yang membayangkan kesempurnaan yang satu itu dengan caranya sendiri. Tiap-tiap pencerminan yang terbatas ini mengandung kemungkinan tidak terbatas karena dalam seluruhnya dapat diperkaya dan dipergandakan oleh sesuatu dari sesuatu yang mendahuluinya. Dalam rentetan ini ada tujuan yang terakhir, yaitu menuju yang tak terbatas sesungguhnya. Tuhan itu transendent, artinya Tuhan di luar makhluk, Tuhan merupakan dasar dari segala rentetan yang ada.

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Pemikiran Leibniz"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...