Masalah dalam Penggunaan Kata "daripada"


Kekerapan pemakaian kata daripada dalam bahasa Indonesia dewasa ini sangat tinggi sekali. Kata yang mempunyai fungsi tertentu sebagai perangkai kata, frasa, atau klausa, karena itu, tidak setiap unsur bahasa dapat dihubungkan dengan kata daripada itu. Tetapi, dewasa ini, sahabat PlayStiker mungkin telah melihat dan mendengar bahwa kata itu digunakan orang sebagai penghubung atau perangkai kata apa saja, sperti: atap daripada rumah itu, pembicaraan daripada pejabat, melihat daripada usahanya, berangkat daripada Jakarta, dan sebagainya.

Jelas bahwa contoh-contoh yang dikemukakan di atas ini memperlihatkan penggunaan kata daripada yang salah. Bila kata daripada pada frasa-frasa itu dihilangkan saja, susunan kata-kata dalam frasa itu akan menjadi benar, seperti: atap rumah itu, pembicaraan pejabat, melihat usahanya, dan berangkat dari Jakarta (di sini menyatakan 'tempat asal', tidak sama dengan daripada).

Mari kita lihat bagaimana kata daripada digunakan dalam bahasa Melayu sebagai bahasa asal bahasa Indonesia.

  1. Cincin itu terbuat daripada emas.
  2. Kekayaannya tiada terhisab, daripada emas, perak, dan permata.
  3. Istana yang baru itu jauh lebih bagus daripada istana yang lama.
  4. Daripada sedikit, lebih baik jangan sama sekali.
  5. Seorang daripada hambanya disuruhnya memanggil segala ahlunnujum dalam negeri itu.
  6. Seorang pun tiada terlindung daripada mata baginda.

Pada umumnya kita anggap benar bila kata daripada digunakan seperti pada (3), yaitu menyatakan perbandingan. Pada (4) pun daripada menyatakan perbandingan. Pada (1) penggunaannya juga baku, tetapi dewasa ini sering dising-katkan orang saja menjadi dart: terbuat dari emas. Pada (2) kata daripada itu sama artinya dengan terdiri dari. Sekarang jarang digunakan seperti itu; jadi, sudah ditinggalkan. Pada (5) kata daripada digunakan dengan arti 'di antara': seorang di antara hambanya. Sekarang sekali-sekali masih dipakai orang. Pada (6) kata daripada menyatakan makna 'pembatas'. Dewasa ini sering disingkatkan menjadi dari saja: terlindung dari mata baginda.

Dari contoh pemakaian di atas kita melihat bahwa tidak ada pemakaian kata daripada yang sama fungsinya dengan kata of dalam bahasa Inggris, yaitu fungsi menyatakan hubungan kepunyaan atau milik. Apalagi menyatakan hubungan pelaku seperti pada pembicaraan daripada pejabat, atau menyatakan hubungan objektif seperti melihat daripada usahanya.

Kata kerja (verba) melihat adalah kata kerja transitif, karena itu objek yang mengikutinya langsung ditempatkan di belakang kata kerja itu tanpa alat penghubung: melihat usahanya. Yang terakhir, juga tidak mungkin ada, kata daripada yang berfungsi menghubungkan tempat (tempat asal) seperti berangkat daripada Manado. Di sini seharusnya dipakai kata dari bukan daripada.

Pemakaian kata daripada yang tidak ada dasar aturannya, yang berlebihan dewasa ini, dianggap sebagai suatu "penyakit" bahasa yang sukar disembuhkan. Dari pejabat tinggi sampai kepada kaum menengah kata daripada seperti diobral saja pemakaiannya. Hal itu bukan hanya dilakukan oleh orang-orang di Jakarta, ibu kota Republik Indonesia, melainkan sudah tersebar juga sampai ke daerah-daerah.

Mungkin ada kebanggaan pada pemakainya menggunakan kata itu karena dengan demikian dia menyamakan dirinya dengan pejabat tinggi yang biasanya "senang" menggunakan kata daripada itu. Ada orang yang dalam pidatonya menggunakan berpuluh-puluh kali kata daripada yang tidak menurut aturan itu. Bila dia berhenti sejenak berpikir, pastilah kata terakhir yang diucapkannya adalah daripada:

Menurut pendapat saya, daripada. (berhenti sejenak) kekurangan air terjadi karena musim kemarau yang panjang.

Kata daripada dalam kalimat di atas tak ada fungsinya sama sekali. Orang yang berpidato itu dapat berhenti sejenak sesudah kata saya tanpa harus mengucapkan kata daripada lagi, kemudian melanjutkan bicaranya dengan kekurangan air, dan seterusnya.

Hubungan milik dalam bahasa Indonesia tidak dinyatakan secara eksplisit (gamblang) dengan kata tertentu seperti of dalam bahasa Inggris atau van dalam bahasa Belanda. Kita mengatakan: kaki meja, tutup botol, leher baju, warna lukisan. Kata-kata dalam frasa-frasa itu tidak usah dihubungkan dengan kata dari, daripada, atau dengannya: "kaki dari meja, kaki daripada meja, atau kakinya meja." Alat penghubung itu hanya kita gunakan bila perlu sekali karena tanpa alat itu makna hubungannya kurang jelas.

Misalnya, ibu ibu saya orang Jerman dalam bahasa tulis mungkin kurang jelas. Dalam bahasa lisan akan jelas karena ada hentian sesudah kata ibu yang pertama dan frasa ibu saya yang mengikutinya diucapkan dengan satu tarikan napas. Dalam bahasa tulis intonasi itu tidak ada. Untuk menjelaskan maknanya dapat digunakan di sini kata dari atau-nya: ibu dari ibu saya orang Jerman atau ibunya ibu saya orang Jerman.

Mungkin Anda berkata, bukankah kata nenek saya dapat menggantikan frasa ibu ibu saya? Itu tidak tepat karena nenek kita ada dua orang, ada nenek di pihak ibu dan ada nenek di pihak ayah: ibunya ibu dan ibunya ayah.

Jadi, hati-hatilah menggunakan kata daripada yang tak tepat seperti yang telah dicontohkan. Kata daripada yang benar ialah seperti yang dicontohkan pada kalimat 1, 3, dan 4 pada bagian depan tulisan ini. Orang yang terlalu banyak menggunakan kata daripada yang tak tepat dapat dijuluki "Bapak daripada" atau "Ibu daripada". Anda tak mau dijuluki seperti itu, bukan?

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Masalah dalam Penggunaan Kata "daripada""

Post a Comment

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...