HMI MPO Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

FotoBasic Training LK I HMI MPO Cabang Manado 
Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Manado adalah salah satu organisasi kemahasiswaan yang turut mengambil bagian dalam memberikan kritikan juga solusi bagi pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya.

Pada tanggal 20 Oktober 2019 kemarin Pengurus HMI MPO Cabang Manado melantik 48 kader baru yang mengikuti Basic Training LK I. Setelah di tinjau ternyata pada tanggal yang sama Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024 juga di lantik. Ini menandakan bahwa kami akan selalu menjadi mitra kritis dari pemerintah untuk ke depannya.

Harapannya untuk 48 kader yang baru saja di lantik dapat menjadi bagian untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah. 48 orang ini menambah kekuatan HMI MPO Cabang Manado sebelumnya untuk menjadi mitra kritis bagi pemerintah. Untuk pemerintah jangan sampai memusuhi kami yang mengontrol kinerja kalian dari luar sistem yang kalian gunakan. Sebab, bagi kami kesejahteraan adalah hal yang paling utama dalam sebuah negara.

Akan ada begitu banyak tindakan yang akan kami lakukan jikalau perjalanan roda pemerintahan di rasa tidak pro terhadap rakyat. Sebab kami sadar akan bagaimana kehidupan rakyat yang sesungguhnya dan juga apa harapan yang mereka inginkan namun belum bisa di realisasikan oleh pemerintah.

Karena kami hidup berdampingan dengan mereka dan begitu banyak keluh kesah yang sering mereka utarakan terhadap kami. Mereka tak tahu ke mana mereka mengadu maka kamilah tempat mereka mengadu dan kami juga yang akan menyampaikan aspirasi dari mereka.

Jangan alergi dengan kehadiran kami di jalanan, sebab jalanan selalu menjadi mimbar terbaik untuk kami yang bernaung di bawah panji kemanusian. Jika kalian adalah penentu kebijakan maka kami adalah banding kalian dalam melihat kebijakan yang kalian ambil.

Kami tak meminta lebih, yang kami harapkan hanya kesejahteraan bagi rakyat yang telah mempercayakan kalian untuk duduk sebagai penentu kebijakan. Jika kalian ingin merasa nyaman tanpa ada usikan maka bersikaplah sebagaimana mestinya dengan harapan rakyat.

Menjadi mitra kritis bukan berarti tidak sepaham dengan kinerja pemerintah melainkan kami berharap rakyat tidak lagi menjerit, tidak lagi menangis, tidak lagi merasa sedih karena kebijakan yang tidak pro terhadap mereka. Sudah cukup penderitaan terhadap rakyat selama ini, sudah cukup rakyat menjadi tumbal dalam perebutan kekuasaan, sudah cukup rakyat merasa di tindas. Sekarang adalah bagaimana kemudian pemerintah memberikan apa yang seharusnya di dapatkan oleh rakyat.

Negara tidak punya hak mengurusi pribadi rakyatnya. Namun, Negara punya kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya.

Untuk 48 kader yang baru saja bergabung di rimba hijau hitam mari kita sama berproses di dalamnya dengan bimbingan dan arahan dari para senior-senior yang mendahului kalian bergabung dalam rimba ini. Di tangan kita tergenggam arah bangsa maka mari kita perjuangkan apa yang telah menjadi tanggung jawab kita sebagai agen of control dan agen of change.

Arah bangsa ini tidak hanya di tentukam oleh pemerintah yang sedang berada dalam sistem mereka. Namun, kita selaku Insan Ulil Albab yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang di Ridhoi Allah Swt punya tugas dan tanggung jawab yang lebih besar untuk mengingatkan para pemerintah terhadap kebijakan yang mereka ambil.

Kita terlalu tua untuk memberontak
Namun terlalu mudah untuk menyerah
Sebab pemberontak hari ini
Adalah pemimpin masa depan
Yakusa

Penulis:  Didink Mahyun (Ketua Umum HMI MPO Cabang Manado periode 2019-2020).

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "HMI MPO Sebagai Mitra Kritis Pemerintah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...