Ingat, Al-Quran Tak Ajarkan Rasisme !!!

Al-Quran Tak Ajarkan Rasisme - Tak bisa dimungkiri bahwa Al-Quran terdapat sejumlah ayat yang mengecam orang-orang beragama Yahudi dan masyarakat etnis Yahudi alias Bani Israil alias keturunan Nabi Ya’qub AS yang melakukan perbuatan-perbuatan tercela, antaralain membunuh dan mengkhianati para Nabi dari keturunan Yahudi sendiri.

Namun, berdasarkan prinsip rasional keadilan Tuhan, hal itu tidak bisa dianggap sebagai hokum determinan dan ketetapan abadi sebagai kutukan atas semua yang beragama Yahudi atau lahir dari ras Yahudi. Tak ada dosa keturunan.


Selain itu, terbukti pula Islam mewajibkan umatnya menghormati para nabi, yang sebagian besar berasal dari ras Yahudi.

Al-Quran tidak hanya mengecam tipu daya sepak terjang orang-orang Yahudi di Madinah yang melanggar fakta perdamaian, namun juga mengecam perilaku hipokrit dan penentangan ekstrem dan agresif orang-orang Arab, bahkan sebagian umat Islam di Madinah.

Kecaman terhadap perbuatan zalim orang-orang Yahudi tidak hanya termaktub dalam kitab suci Islam. Sebelum Al-Quran diturunkan, klitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru juga memuat kecaman senada.

Terdapat sebuah ayat populer dalam Al-Quran, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela sampai kamu mengikuti agama mereka.” Tidak sedikit yang memahami ayat ini sebagai anjuran kebencian. Padahal secara rasional, Islam mungkin mengajarkan itu. Ayat itu adalah pemberitaan yang mengandung peringatan agar umat Islam memegang teguh agamanya, agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan penganut agama Kristen dan Yahudi. Al-Quran, sebagai kitab suci umat islam melalui ayat tersebut dan ayat-ayat senada lainnya memperingatkan umat Islam dan mengajak mereka untuk waspada dan tidak melakukan pemaksaan.

Setiap penganut agama Islam, Kristen atau Yahudi pasti mengiginkan semua orang mengaut agamanya. Itu wajar selama tidak melakukan agresi. Dengan ayat itu, Al-Quran mengecam ajakan dengan agresi, tipu daya dan bertendensi kekuasaan.

Al-Quran, Injil, Taurat adalah kitab-kitab suci dari Tuhan yang memuat banyak contoh kasus historis tentang penyimpangan dan penghianatan. Tujuan pengungkapannya adalah peringatan kepada semua manusia agar tidak melakukannya. Dengan kata lain, titik fokusnya adalah “apa”-nya alias perbuatannya, bukan “siapa”-nya.

Sayang, kebanyakan orang malah sibuk mengeskpos “siapa”-nya dan mengabaikan esensi perbuatan-perbuatan negative yang diangkat sebagai contoh dan bahan peringatan itu.

Bahkan, ada yang menafsirkan ayat tersebut sebagai peringatan khusus kepada Nabi SAW. Berdasarkan Asbabunnuzul yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dalam Tafsir al-Baghawi, ayat ini bukan berarti semua Yahudi dan Nasrani benci kepada umat Islam dan tidak semuanya mengingin kita untuk pindah ke agama mereka, tapi memberitahu Nabi Muhammad SAW untuk fokus dalam berdakwah mencari ridha Allah semata, bukan karena menginginkan kerelaan dari Yahudi di Madinah dan Nasrani di Najran.

Di luar itu semua, kita mesti sadar bahwa siapa pun bisa melakukan kezaliman. Secara factual terbukti agama formal seseorang tak mesti segaris dengan perilakunya. Siapa pun, Muslim Kristen dan Yahudi bisa menjadi zalim, intoleran, rasis dan zionis.

Sumber: Al Wilayah Edisi 19

Berlangganan update artikel terbaru via email GRATIS!

Belum ada Komentar untuk "Ingat, Al-Quran Tak Ajarkan Rasisme !!!"

Post a Comment

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...